KAWATE RAJAWALI
MOTIF KAIN ADAT BARANUSA
WARISAN BUDAYA SIMBOL / IDENTITAS BARANUSA
ASAL & NAMA
Baranusa, Alor, NTT.
Kain Tenun Kawate Rajawali.
LEGENDA & ASAL-USUL
Putri Majapahit menjelma menjadi burung raja wali. Terbang ke Alor Pantar mengikuti jejak suaminya yang dari Majapahit mendahului.
KETURUNAN & KERAJAAN
Melahirkan 7 anak (2 perempuan, 5 laki-laki). Kelima putra inilah yang menjadi raja di masing-masing kerajaan, salah satunya Kerajaan Baranusa.
SUKU PEMAKAI KHUSUS
|
No. |
Suku |
|
1. |
Uma Peing |
|
2. |
Uma Manung |
|
3. |
Uma Kisu |
FUNGSI & PENGGUNAAN ADAT
Digunakan dalam acara hajatan maupun ritual adat.
DESKRIPSI KAWATE RAJAWALI
Kain sarung Kawate Rajawali bukan sekadar tekstil tetapi merupakan simbol sejarah dan identitas budaya. Motif rajawali yang simetris melambangkan kekuasaan dan asal-usul dari Majapahit, khususnya kelima putra raja yang menyebar dan memimpin di wilayah Alor. Penggunaannya dibatasi pada keturunan khusus dan momen-momen sakral, menjaga warisan leluhur tetap hidup.
MOTIF UTAMA
Rajawali dengan sayap terbentang melambangkan kekuasaan, kejayaan, dan perlindungan.
WARNA DOMINAN
Merah marun, hitam, putih melambangkan keberanian, ketegasan, kesucian, dan kearifan.
TEKNIK TENUN
Ditenun secara tradisional dengan ketelitian tinggi oleh para penenun Baranusa.
MAKNA BUDAYA
Simbol kekerabatan, kehormatan, dan hubungan leluhur dengan Majapahit.
PELESTARIAN
Dijaga dan diwariskan secara turun-temurun sebagai identitas masyarakat Baranusa.
Lestarikan Tenun, Lestarikan Budaya, Lestarikan Baranusa
Gbr. Abdul Rasyid Mangkop

