KAWATE BELANG UMA KISU
WARISAN TENUN BARANUSA
ALOR – NTT
Sarung Kawate Belang adalah kain tenun tradisional khas Baranusa, Alor, Nusa Tenggara Timur. Tenun ini ditandai dengan motif-motif geometris bermakna filosofi yang ditenun dengan penuh ketelitian (gedogan) oleh para perempuan, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas, kehormatan, dan kebanggaan Suku Uma Kisu.
CIRI KHAS
Unsur
Keterangan
Warna : dominan merah, hitam, putih, pink, hijau, dan kuning emas yang mencolok.
Motif : geometris tradisional yang sarat makna filosofi dan nilai kehidupan.
Teknik : ditenun rapat dan kuat secara tradisional dengan alat tenun gedogan.
Nilai ; bersifat sakral dan bermakna dalam setiap helai dan motifnya, menjadi simbol kehormatan dan martabat.
MAKNA MOTIF
Motif
Makna
Melambangkan penjagaan, kewaspadaan, dan kekuatan pelindung.
TITIK KEHIDUPAN
Melambangkan perjalanan hidup manusia yang penuh proses dan pembelajaran.
GELOMBANG LAUT
Melambangkan hubungan manusia dengan laut dan alam sebagai sumber kehidupan.
GARIS BELANG
Melambangkan persatuan, keseimbangan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
WARISAN & MAKNA BUDAYA
Konon, Sarung Kawate Belang digunakan oleh Suku Uma Kisu sebagai sarung adat dalam berbagai acara hajatan,
pernikahan, ritual adat, dan upacara sakral lainnya. Sarung ini bukan sekadar kain, tetapi simbol identitas, martabat, dan hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan leluhur.
DIGUNAKAN DALAM
Penggunaan
Keterangan
Hajatan & Pernikahan
Digunakan dalam berbagai hajatan dan pernikahan.
Ritual Adat : Digunakan dalam ritual adat.
Upacara Sakral: Digunakan dalam upacara sakral.
Penerimaan Tamu Adat : Sebagai bagian dari penerimaan tamu adat.
Simbol Kehormatan : Menjadi simbol kehormatan.
PROSES TENUN TRADISIONAL
Ditenun menggunakan alat tenun tradisional (gedogan) oleh para perempuan Baranusa dengan penuh ketelitian,
kesabaran, dan cinta terhadap warisan leluhur.SPESIFIKASI
Spesifikasi
Keterangan
Bahan
Benang Katun
Teknik Tenun
Gedogan (Tradisional)
Warna Dominan
Merah, Hitam, Putih, Pink, Hijau, Kuning Emas
Motif
Geometris Tradisional
Hiasan
Tanpa Muti/Keong
Ukuran Sarung
± 180 cm x 100 cm
Ukuran Selendang
± 160 cm x 20–25 cm
PAKET SARUNG & SELENDANG
Sarung Kawate Belang + Selendang Kawate Belang
“Kawate Belang bukan hanya kain, tetapi cerita leluhur, jati diri Suku Uma Kisu, dan ikatan suci
antara manusia, alam, dan budaya.”
WARISAN LELUHUR – IDENTITAS KITA – KEBANGGAAN BARANUSA
TENUN TRADISIONAL • BUATAN TANGAN PEREMPUAN BARANUSA • RAMAH & INKLUSIF UNTUK SEMUA KELUARGA •,COCOK UNTUK ACARA ADAT DAN KEAGAMAAN.

KAWATE BELANG SANDIATA
Asal Baranusa, Alor – Nusa Tenggara Timur
TENTANG SARUNG
Sarung Kawate Belang Sandiata merupakan kain tenun tradisional khas Baranusa, Alor – Nusa Tenggara Timur. Terbuat dari benang katun pilihan yang ditenun secara tradisional dengan teknik pewarnaan alami, menghasilkan motif yang khas, kuat, dan penuh makna.
MAKNA & ASAL USUL
Konon, sarung ini digunakan oleh Suku Sandiata sebagai sarung adat dalam berbagai acara hajatan maupun ritual adat. Sarung ini menjadi simbol jati diri, persatuan, dan penghormatan terhadap leluhur.
MOTIF & FILOSOFI
Belang Warna-warni : Melambangkan kehidupan, keberagaman, dan keharmonisan.
Motif Daun & Akar : Simbol pertumbuhan, kekuatan, dan hubungan manusia dengan alam.
Warna Hitam : Melambangkan keteguhan hati dan perlindungan leluhur.
Garis Tipis Hijau : Melambangkan kesuburan, kedamaian, dan harapan baik.
KEGUNAAN
- Digunakan dalam acara hajatan seperti pernikahan, syukuran, dan penyambutan tamu kehormatan.
- Digunakan dalam ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan berkat.
CIRI KHAS
- Tenunan tangan dengan teknik tradisional
- Pewarna alami yang ramah lingkungan
- Motif khas Suku Sandiata yang sarat makna
- Kuat, awet, dan nyaman digunakan
“Kawate Belang Sandiata bukan sekadar kain, tetapi warisan leluhur yang menyatukan
tradisi, identitas, dan kebanggaan masyarakat Baranusa.”
Lestarikan Tenun Tradisional • Bangga Berbudaya Alor

